TINJAUAN PUSTAKA DENGAN TEMA MUSLIMPRENEUR BIDANG PERAN GENERASI MUSLIM DALAM KONTRIBUSINYA MENUMBUHKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
Peran seorang generasi muslim dalam menumbuhkan kesejahteraan sosial dapat dilihat dari berbagai bidang.
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Anggia Sari Lubis dan Debbi Chyntia Ovami (2018) dalam jurnal Pembentukan Spirit Jiwa Muslimpreneurship Melalui Mata Kuliah Kewirausahaan Berbasis Syariah. Mereka meneliti tentang bagaimana cara membentuk spirit jiwa muslimpreneur melalui mata kuliah kewirausahaan berbasis syariah. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa untuk membentuk spirit jiwa muslimpreneurship diperlukan pendidikan kewirausahaan berbasis syariah. Dengan mengembangkan konsep syariah dan muammalah yang dimasukkan kedalam pendidikan kewirausahaan akan terbentuk konsep pendidikan kewirausahaan berbasis syariah. Konsep tersebut menanamkan dan mendorong mahasiswa sejak dini untuk senantiasa menjalankan kegiatan bisnis sesuai dengan prinsip syariah, selalu memikirkan dan mengembangkan ide-ide kreatif, serta selalu dimotivasi untuk memiliki karakter jiwa seorang muslimpreneur.
Persamaan penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti dalam bidang muslimpreneur. Perbedaan penelitian yang dilakukan terletak pada objek dan teori yang digunakan.
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Nurul Isfari Hidayati (2019) dalam skripsi yang berjudul Analisi Peran Industri Media Digital Menjadikan Influencer Sebagai Entrepreneurs Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Hidayati meneliti tentang peran industri media digital menjadikan influencer sebagai entrepreneur serta perspektif ekonomi Islam tentang peran industri media digital menjadikan influencer sebagai entrepreneur. Metode yang digunakan adalah Metode Analisis Data. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa di era sekarang peran industri media digital menjadikan influencer sebagai entrepreneurs dapat mempengaruhi generasi millenial untuk memanfaatkan sosial media mereka secara optimal dan bernilai ekonomis, menunjang gaya hidup kekinian dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Prinsip bisnis yang diterapkan influencer dalam pandangan ekonomi Islam yaitu, customer oriented berupa jasa yang diberikan akan disesuaikan dengan tarif yang disepakati di awal perjanjian.
Persamaan penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti dalam bidang muslimpreneur. Perbedaan penelitian yang dilakukan terletak pada objek dan teori yang digunakan.
https://perwiraindonesia.com/eJournal/index.php/perwira/article/download/3/1
https://core.ac.uk/download/pdf/295427313.pdf
Komentar
Posting Komentar